Imbang 2-2 di Menit Akhir antara Persis dan PSIM

Persis Solo terpaksa berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 melawan PSIM Jogjakarta dalam laga Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Manahan Solo pada hari Sabtu. Pertandingan ini menyajikan drama dan ketegangan yang tinggi, terutama di babak kedua yang penuh aksi dan gol.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim menunjukkan determinasi yang kuat untuk meraih kemenangan. PSIM Jogjakarta membuka skor lebih dahulu melalui gol dari Corfe Deri, yang memanfaatkan kesalahan kiper Persis, Gianluca, di menit ke-26.

Gianluca tampak ragu saat hendak membuang bola, yang justru menguntungkan Corfe sehingga dia bisa mencetak gol dengan mudah. Gol ini menjadi momentum bagi PSIM untuk terus menekan Persis, menambah kebangkitan semangat mereka dalam pertandingan ini.

Keunggulan PSIM yang Terus Membara di Pertandingan

Setelah gol pertama, PSIM tidak mengendurkan serangan. Mereka berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-42 melalui serangan balik yang cepat. Umpan cerdik dari Fahreza Sudin kepada Ze Valente yang berdiri bebas di depan gawang memperbesar jarak menjadi 2-0.

Ze Valente pun tidak menyia-nyiakan peluang, melepaskan tembakan keras dan menaklukkan Gianluca untuk kali kedua. Para pemain PSIM merayakan gol ini dengan penuh semangat, sementara Persis merasa tekanan yang semakin berat sebelum babak pertama berakhir.

Meski ketinggalan dua gol, Persis Solo tak mau menyerah begitu saja. Mereka bertekad untuk bangkit dan memperkecil ketertinggalan sebelum jeda, menunjukkan semangat juang yang tinggi dari para pemainnya.

Babak Kedua yang Memikat: Kebangkitan Persis Solo

Masuk ke babak kedua, Persis Solo langsung meningkatkan intensitas permainan. Aksi menawan dari Kodai Tanaka di menit ke-48 akhirnya membuahkan hasil saat dia berhasil mencetak gol pertama bagi timnya. Gol ini membuat pendukung Persis bersorak sorai dan berharap ada perubahan dalam hasil pertandingan.

Dengan semangat yang membara, Persis terus menekan lini pertahanan PSIM. Ketegangan meningkat saat kedua tim saling berbalas serangan, menciptakan momen-momen mendebarkan di sepanjang babak kedua.

Gol dari Tanaka menjadi pemicu bagi Persis untuk tetap berharap. Mereka mulai menguasai permainan, merusak konsentrasi PSIM yang tampaknya kehabisan tenaga.

Drama Terakhir: Gol Penyetaraan di Menit Akhir

Ketegangan semakin meningkat ketika masa injury time tiba. Dalam situasi yang menegangkan, umpan jauh dari Gianluca berhasil disambar oleh Cleyton Santos di menit ke-97. Tandukannya menyusup ke gawang Cahya Supriadi dan mencetak gol penyetaraan di detik-detik terakhir pertandingan.

Gol tersebut membuat suasana stadion semakin bergetar, dengan suporter Persis merayakan seolah telah meraih kemenangan. PSIM yang sebelumnya unggul di dua gol harus menerima kenyataan pahit berbagi angka akibat kesalahan pertahanan di menit-menit akhir.

Hasil akhir 2-2 pun menggambarkan rasa puas dan frustasi yang bercampur di antara kedua tim, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di liga ini. Derby Mataram ini berhasil menghadirkan tontonan yang menarik dengan momen-momen dramatis.

Susunan Pemain Kedua Tim dalam Laga Ini

Persis Solo XI: Gianluca (PG); Cleyton Santos, Xandro Schenk, Jordy Tutuarima, Giovani Number; Sutanto Tan Fuad Sule, Zanadin Fariz, Althaf Indie, Sho Yamamoto; Kodai Tanaka, Gervane Kastaneer.

PSIM Jogja XI: Cahya Supriadi (PG); Ramos Mingo, Yusaku Yamadera, Raka Cahyana, Reva Adi Utama; Rakhmatsho Rakhmatzoda, Ze Valente, Fahreza Sudin, Corfe Deri; Anton Fase, Nermin Haljieta.

Dengan hasil imbang ini, kedua tim harus melihat ke depan dan meningkatkan performa mereka di laga-laga berikutnya, berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di kompetisi yang semakin ketat ini.

Related posts